BMKG Gelar Kompetisi Hackathon Berkonsep Open Data

Jakarta – Jum’at (16/8), untuk pertama kalinya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan kompetisi pembuatan aplikasi dengan tajuk “Hackathon BMKG 2019” dengan tema “Inovasi 4.0 Informasi MKG Untuk Negeri”. Hackathon adalah ajang kompetisi pembuatan berupa aplikasi komputer (mobile apps dan/atau web apps) yang bertujuan untuk mencari solusi terbaik terkait dengan permasalahan seputar cuaca, iklim, dan gempa bumi.

Latar belakang terciptanya kompetisi ini karena perkembangan teknologi saat ini yang banyak menggunakan konsep “Open Data” atau data terbuka dan sejak tahun 2006, BMKG telah mengimplementasikan system ini walaupun melalui aplikasi web BMKG saja. Karena BMKG melihat peluang perkembangan teknologi yang akan datang membutuhkan pertukaran data. Sebagai upaya mengintegrasikan aplikasi dari berbagai bahasa pemograman sehingga dengan mudah mengakses data BMKG secara cepat.

Untuk di BMKG sendiri, perlu diadakan suatu kompetisi mencari bakat, ide dan konsep sebuah aplikasi agar menumbuhkan kreativitas para pegawai BMKG dan Taruna STMKG yang tersebar di seluruh Indonesia. Juga sekaligus dapat memecahkan permasalahan terkait dengan bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika.

Hackathon BMKG berlangsung dalam beberapa tahapan. yaitu seleksi 10 besar, seleksi 6 besar hingga finalis 3 terbaik. Tercatat 32 peserta mengikuti kompetisi ini yang berasal dari BMKG Pusat, Satker Mandiri, UPT Daerah, serta Taruna STMKG.

Setelah melewati tahap seleksi, akhirnya tersisa 6 peserta yang bertarung di babak final yang berlangsung di Auditorium BMKG, Jakarta. Para peserta tersebut adalah Arif Rahman Hakim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Rif’at Darajat dari Pusat Meteorologi Publik, Marthin Dendy Saputra Lumban Toruan dari Stasisun Meteorologi Soekarno-Hatta, Bagus Satrio Utomo lalu Bima Tri Ariyanto dan Naufal Ananda dari Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG).

Juara pertama dari kompetisi Hackathon BMKG 2019 ini diraih oleh Arif Rachman Hakim dengan aplikasi Smart Crowd Risk Android dan Web Apps”. Lalu juara kedua direbut oleh Rif’at Darajat dengan aplikasi “M-Weather (Reliable Weather Forcast for Your Mine Area)” dan juara ketiga dipegang oleh Bima Tri Ariyanto dengan aplikasi “Rancang Bangun Aplikasi Indonesia Earthquake Report System (Ina-ERS) Dengan Sensor Akselerometer Berbasis Android”.

Dalam sambutannya pada penutupan kompetisi Hackaton BMKG 2019, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa “ide gila” yang dibawa peserta ini harus diimplementasikan agar BMKG dapat menjadi global player, kemudian juga dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada.

Author: Muhammad Syamsudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *